Setelah melewati bulan puasa, kita bebas
makan kapan saja. Hal ini menyebabkan ritme atau pola makan yang kacau. Orang
biasanya telat makan pagi dan siang. Kelakuan tersebut berakibat kondisi
seperti berikut.
1. Gampang Capek
Saat otak tidak menerima asupan energi,
glukosa dalam darah akan menurun. Otak pun memberi tahu tubuh bahwa aktfitas
telah berhenti. Tubuh akan terus merasa lemas dan dapat mengakibatkan daya
ingat yang lemah dan fokus berkurang.
2. Mood Swings
Glukosa yang turun akn membuat tidak
keseimbangan terhadap hormon tubuh. Ini terjadi karena gula merupakan bahan
bakar utama untuk otak. Ketika otak tidak mendapatkan asupan gula yang cukup,
suasana hati juga akan tidak stabil.
3. Over Eating
Pada tahun 2018 International Journal of
Obesity mempublish hasil studi yang mengungkapkan kadar stres sangat
berpengaruh dalam tingkat kelaparan. Suasana hati yang tidak stabil akan
membuat otak tidak dapat berpikir jernih dan cenderung menyebabkan stress
eating. Tubuh akan mencari makanan yang manis sebagai langkah cepat
menaikkan glukosa.