Rabu, 06 Mei 2020

Hentikan Pemberian MPASI pada Balita di Bawah Usia 6 Bulan

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber gizi utama pada bayi. Selain ASI, susu formula juga diformulasikan secara khusus untuk kesehatan bayi. Namun, seiring bertambahnya usia, ASI atau susu formula saja tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi balita. Idealnya, Makanan Pendamping ASI (MPASI) diberikan pada anak berusia lebih dari 6 bulan.

 

Menurut ahli gizi Syarief Darmawan, “MPASI baru bisa diberikan pada anak berusia lebih dari 6 bulan. Tetapi sebelum itu, saluran pencernaan anak dipersiapkan dengan ASI. Pemberian MPASI pada anak di bawah usia 6 bulan akan meningkatkan resiko inflamasi usus yang dapat mengurangi penyerapan nutrisi.”

 

Salah satu ciri umum gangguan penyerapan nutrisi pada anak adalah tinggi badan yang tidak bertambah. Parameter pertumbuhan yang paling mudah dikenali adalah tinggi badan. Tinggi bada yang tidak bertambah, mengindikasikan kecerdasan, motorik, dan fungsi tubuh lain yang memiliki resiko gangguan pertumbuhan.

 

Dokter anak Prof Rini Sekartini juga mengatakan bahwa pemberian MPASI yang kaya tekstur pada anak usia di bawah 6 bulan dapat menyebabkan gangguan fungsi pencernaan. Hal ini terjadi karena anak berusia di bawah 6 bulan belum dapat mencerna dengan baik.

 

“Jika gangguan sudah terjadi, fungsi saluran pencernaan tidak akan optimal lagi. Anak harus mendapat ASI hingga sistem pencernaannya siap. Pemberian MPASI juga dimulai dari yang halus seperti tepung beras yang dicampur air dan kemudian makanan yang lebih bertekstur.” ujar Prof Rini.


Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Comments

Berkomentar Indah adalah Awal kita menyampaikan pendapat/ ulasan Anda kepada Pembaca. Agar pembaca semakin memiliki wawasan yang luas.

Komentar Anda yang tidak memiliki unsur link akan kami balas.

Terima Kasih
EmoticonEmoticon