Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber gizi
utama pada bayi. Selain ASI, susu formula juga diformulasikan secara khusus
untuk kesehatan bayi. Namun, seiring bertambahnya usia, ASI atau susu formula saja
tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi balita. Idealnya, Makanan Pendamping ASI
(MPASI) diberikan pada anak berusia lebih dari 6 bulan.
Menurut ahli gizi Syarief Darmawan, “MPASI
baru bisa diberikan pada anak berusia lebih dari 6 bulan. Tetapi sebelum itu,
saluran pencernaan anak dipersiapkan dengan ASI. Pemberian MPASI pada anak di
bawah usia 6 bulan akan meningkatkan resiko inflamasi usus yang dapat
mengurangi penyerapan nutrisi.”
Salah satu ciri umum gangguan penyerapan
nutrisi pada anak adalah tinggi badan yang tidak bertambah. Parameter
pertumbuhan yang paling mudah dikenali adalah tinggi badan. Tinggi bada yang
tidak bertambah, mengindikasikan kecerdasan, motorik, dan fungsi tubuh lain
yang memiliki resiko gangguan pertumbuhan.
Dokter anak Prof Rini Sekartini juga
mengatakan bahwa pemberian MPASI yang kaya tekstur pada anak usia di bawah 6
bulan dapat menyebabkan gangguan fungsi pencernaan. Hal ini terjadi karena anak
berusia di bawah 6 bulan belum dapat mencerna dengan baik.
“Jika gangguan sudah terjadi, fungsi
saluran pencernaan tidak akan optimal lagi. Anak harus mendapat ASI hingga
sistem pencernaannya siap. Pemberian MPASI juga dimulai dari yang halus seperti
tepung beras yang dicampur air dan kemudian makanan yang lebih bertekstur.”
ujar Prof Rini.