Sunat sudah merupakan tradisi yang
dilakukan oleh masyarakat Indonesia khususnya yang beragama Islam. Belakangan
ini, beberapa pelayanan sunat juga menawarkan bentuk potongan sunat, mulai dari
model bunga mawar, kuncir kuda, torpedo, jengger ayam hingga shock beker.
Orang tua juga seringkali mendorong anak
untuk sunat dan memberitahu bahwa model sunat seperti bunga mawar dan jengger
ayam dapat memuaskan pasangan di kemudian hari. Namun, tidak demikian.
Menurut seorang dokter ahli urologi Rumah
Sakit Santa Carolus, Dokter Prihadi, “dengan bentuk sunat seperti itu
harapannya punya power, lebih oke, dan percaya diri. Tetapi, kepuasaan seksual
tidak ditentukan oleh model sunat pria. Ada banyak faktor yang dapat
mempengaruhinya.”
Selain model yang unik, model sunat belum
tentu mempengaruhi kesehatan pria. Akan tetapi, kesehatan seksual ditentukan
oleh pola hidup bersih dan sehat setiap harinya.
Dokter Prihadi menganjurkan untuk tetap
memilih model sunat yang biasa saja, karena model ini cepat sembuh dan lebih
gampang mengidentifikasi masalah yang muncul pada model ini.