Senin, 04 Mei 2020

Berat Naik Saat Puasa? Ini 6 Penyebabnya


Puasa adalah cara ampuh untuk menurunkan berat badan. Puasa atau yang lebih dikenal dengan istilah “Intermittent Fasting” adalah teknik puasa dengan membatasi jendela makan seharinya, puasa yang paling sering dilakukan adalah jendela 16:8.

Akan tetapi, tidak jarang juga orang malah merasa beratnya naik setelah lama melakukan puasa. Kira-kira apa penyebabnya? Simak berikut seperti yang dirangkum oleh situs Ummah Wide.

1. Terlalu Banyak Asupan Gula
Saat bulan puasa, kita terus saja mendengarkan kata “berbukalah dengan yang manis” yang membuat kita secara tidak sadar untuk mencari makanan yang manis untuk membuka puasa kita. Akan tetapi, saat kita mengkonsumsi gula untuk membuka puasa, tubuh mengeluarkan hormon insuln yang di mana hormon ini memicu penyimpanan lemak. Semakin banyak insulin yang kamu konsumsi, semakin banyak pula lemak yang akan disimpan dan resiko gemuk pun semakin tinggi.

Oleh karena itu, jika kamu ingin menurunkan berat badan dengan berpuasa, hindarilah minum dan makanan manis saat berbuka. Berbukalah dengan air hangat, teh, ataupun kopi tanpa gula.

2. Terlalu Banyak Asupan Karbohidrat
Mungkin kamu berasa kamu sudah menghindari gula dan makanan manis lainnya. Akan tetapi karbohidrat juga sama dampaknya seperti gula, tubuh memproses karbohidrat menjadi insulin yang akhirnya menyimpan lemak.

3. Kurang Prebiotik
Usus kita adalah rumah tempat tinggal bakteri-bakteri baik yang akan membantu pencernaan. Agar makanan semakin mudah dicerna dan mengurangi resiko kegemukan, sangat diajurkan untuk menambahkan prebiotik ke dalam daftar diet. Prebiotik dapat ditemukan pada makanan seperti yogurt, kefir, kimchi, teh hijau, kunyit, cuka apel, bawang putih, kaldu sapi, ataupun minyak kelapa.

4. Kurangnya Asupan Lemak Sehat
Kamu mungkin beranggapan semua lemak itu buruk, namun lemak sehat akan dicerna tubuh dengan perlahan dan membuat kamu berenergi selama lebih dari 10 jam berpuasa. Adapun beberapa lemak baik yang terkandung dalam minyak kelapa, alpukat, telur, kacang, dan biji-bijian.

5. Kurangnya Aktivitas
Tubuh dipengaruhi oleh 80 persen makakanan dan 20 persen olahraga. Untuk menjadi lebih bugar dan sehat, olahraga sangat dianjurkan. Olahraga tidak perlu jauh-jauh atau mahal-mahal di Gym. Olahragalah dengan yang simpel, seperti naik tangga daripada menggunakan lift, jalan untuk membeli makan daripada menggunakan kendaraan umum.

6. Stres
Hormon kortisol dilepaskan tubuh lewat stres. Hormon ini akan meminta tubuh untuk mengisi ulang energi walaupun kamu belum banyak memakainya. Stres juga membuat kita ingin makanan yang asin maupun manis, dan membuat kita tidak berpikir jernih saat memakannya dan membuat badan menjadi gemuk. Stres dapat dihindari dengan rutin berolahraga untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental.

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Comments

Berkomentar Indah adalah Awal kita menyampaikan pendapat/ ulasan Anda kepada Pembaca. Agar pembaca semakin memiliki wawasan yang luas.

Komentar Anda yang tidak memiliki unsur link akan kami balas.

Terima Kasih
EmoticonEmoticon