Puasa adalah cara ampuh untuk menurunkan
berat badan. Puasa atau yang lebih dikenal dengan istilah “Intermittent
Fasting” adalah teknik puasa dengan membatasi jendela makan seharinya, puasa
yang paling sering dilakukan adalah jendela 16:8.
Akan tetapi, tidak jarang juga orang malah
merasa beratnya naik setelah lama melakukan puasa. Kira-kira apa penyebabnya?
Simak berikut seperti yang dirangkum oleh situs Ummah Wide.
1. Terlalu
Banyak Asupan Gula
Saat bulan puasa, kita terus saja
mendengarkan kata “berbukalah dengan yang manis” yang membuat kita secara tidak
sadar untuk mencari makanan yang manis untuk membuka puasa kita. Akan tetapi,
saat kita mengkonsumsi gula untuk membuka puasa, tubuh mengeluarkan hormon insuln
yang di mana hormon ini memicu penyimpanan lemak. Semakin banyak insulin yang
kamu konsumsi, semakin banyak pula lemak yang akan disimpan dan resiko gemuk
pun semakin tinggi.
Oleh karena itu, jika kamu ingin menurunkan
berat badan dengan berpuasa, hindarilah minum dan makanan manis saat berbuka.
Berbukalah dengan air hangat, teh, ataupun kopi tanpa gula.
2. Terlalu
Banyak Asupan Karbohidrat
Mungkin kamu berasa kamu sudah menghindari
gula dan makanan manis lainnya. Akan tetapi karbohidrat juga sama dampaknya
seperti gula, tubuh memproses karbohidrat menjadi insulin yang akhirnya
menyimpan lemak.
3. Kurang
Prebiotik
Usus kita adalah rumah tempat tinggal
bakteri-bakteri baik yang akan membantu pencernaan. Agar makanan semakin mudah
dicerna dan mengurangi resiko kegemukan, sangat diajurkan untuk menambahkan
prebiotik ke dalam daftar diet. Prebiotik dapat ditemukan pada makanan seperti
yogurt, kefir, kimchi, teh hijau, kunyit, cuka apel, bawang putih, kaldu sapi,
ataupun minyak kelapa.
4. Kurangnya
Asupan Lemak Sehat
Kamu mungkin beranggapan semua lemak itu
buruk, namun lemak sehat akan dicerna tubuh dengan perlahan dan membuat kamu
berenergi selama lebih dari 10 jam berpuasa. Adapun beberapa lemak baik yang
terkandung dalam minyak kelapa, alpukat, telur, kacang, dan biji-bijian.
5. Kurangnya
Aktivitas
Tubuh dipengaruhi oleh 80 persen makakanan
dan 20 persen olahraga. Untuk menjadi lebih bugar dan sehat, olahraga sangat
dianjurkan. Olahraga tidak perlu jauh-jauh atau mahal-mahal di Gym. Olahragalah
dengan yang simpel, seperti naik tangga daripada menggunakan lift, jalan untuk
membeli makan daripada menggunakan kendaraan umum.
6. Stres
Hormon kortisol dilepaskan tubuh lewat
stres. Hormon ini akan meminta tubuh untuk mengisi ulang energi walaupun kamu
belum banyak memakainya. Stres juga membuat kita ingin makanan yang asin maupun
manis, dan membuat kita tidak berpikir jernih saat memakannya dan membuat badan
menjadi gemuk. Stres dapat dihindari dengan rutin berolahraga untuk
meningkatkan kesehatan fisik dan mental.