Wanita asal Selandia Baru, Emily Foreman
tidak menyangka dirinya memiliki kanker yang tidak dapat disembuhkan. Pasalnya,
guru Pendidikan Anak Sekolah DIni ini menyadari sebuah benjolan seperti jerawat
pada bagian belakang telinganya. Awalnya Ia tidak mengkhawatirkannya, namun
lama-kelamaan benjolan tersebut bertambah ukurannya hingga 2 kali lipat dari
ukuran awal.
“Benjolannya bertambah besar dan telingaku
mati rasa dan akhirnya aku memutuskan untuk memeriksakannya ke dokter,” ujar
Emily.
Emily juga melakukan pemindaian dan biopsi,
dan ternyata benjolan merupakan large cell undifferentiated carcinomas atau
yang dikenal dengan karsinoma sel besar. Ini merupakan kanker paru-paru ganas
yang tidak ditunjukkan pada bagian yang terserang. Tidak terjadinya
diferensiasi skuamosa, kalenjar, ataupun sel kecil.
Pengangkatan untuk mengangkat karsinoma
tersebut terlah dilakukan dengan operasi selama 6 jam. Akan tetapi, operasi
tersebut membuat wajahnya lumpuh dan harus melakukan pengobatan dan terapi.
Pada pemeriksaan setelahnya, kanker
ditemukan telah menyebar dan terdapat banyak jarngan abnormal pada kedua
paru-parunya. Emily memilih operasi atau radiasi untuk pengobatan kankernya.
Emily juga harus mengeluarkan biaya lebih
dari 800 juta rupiah dan melakukan 10 minggu perawatan dengan immunoterapi.
“kami melakukan apa yang kami bisa. Menjual
rumah dan tinggal di tenda jika terpaksa,” ujar Emily.
Ia pun berharap Pengobatannya akan segera
dimulai dan jaringan abnormal yang tumbuh di paru-parunya telah sembuh.
“Jika imunoterapi adalah pengobatan yang
direspon secara baik oleh tubuh saya, maka ini adalah pengobatan yang bisa
dilakukan tanpa batas waktu,” ungkapnya.