Plastik sudah menjadi pedamping manusia
baik sebagai bungkus makanan, kemasan minuman, kosmetik, sampai peralatan yang
digunakan sehari-hari. Plastik digunakan karena biaya produksi yang murah dan
bertahan lama. Kenyataannya ini, menjadi pedang bermata dua bagi manusia,
banyaknya permintaan plastik membuatnya menjadi salah satu bahan yang sulit
untuk didaur ulang dan membutuhkan waktu 100 tahun untuk mendekompos 1 kantung
plastik.
Tidak jarang juga plastik yang dipakai
berulang-ulang akan terkikis dan terciptalah yang disebut sebagai mikroplastik.
Mikroplastik ini pun tidak jarang tertelan atau terhirup oleh mahkluk hidup.
Menurut penelitian oleh ilmuwan Kanada,
yang menganalisa tentang kontaminasi plastik dan perbandingan pola makan dan
konsumsi masyarakat Amerika mengungkapkan bahwa setiap tahunnya seorang manusia
dapat makan dan menghirup puluhan ribu partikel plastik. Seorang pria dewasa
saja dapat menelan hingga lebih dari 50 ribu mikroplastik.
Penelitian oleh jurnal Environmental
Science and Technology juga memperkirakan bahwa seorang yang hanya
mengkonsumsi air minuman kemasan biasanya mengkonsumsi lebih dari 90 ribu
partikel mikroplastik pertahunnya. Namun, berapa banyak yang dikonsumsi oleh
individu bervariasi dan bergantung pada daerah tempat tinggal dan apa yang
dikonsumsi.
Alastair Grant, profesor ekologi di East
Anglia University mengatakan bahwa saat belum ada penelitian yang menemukan
dampak pasti plastik yang tertelan terhadap kesehatan manusia.
“Namun partikel plastik yang ukurannya
lebih kecil dari 130 mikrometer berpotensi untuk masuk ke dalam jaringan
manusia dan memicu respon imun tubuh,’ ujar professor Alastair.