Rabu, 06 Mei 2020

Jongkok di Toilet Duduk dapat Berdampak Negatif

Seringkali saat harus menggunakan toilet umum, kita merasa skeptis terhadap kebersihannya. Apalagi sekarang toilet yang paling umum kita temukan adalah toilet duduk. Adapun cara yang kita gunakan dalam menggunakan toilet umum, entah itu berjongkok maupun menutupi dudukan toilet dengan tisu. Dengan harapan mengurangi kontak dengan bakteri atau menurunkan resiko infeksi.

 

Akan tetapi, menurut Dokter Preethi Daniel, mengungkapkan bahwa kemungkinan menularnya bakteri ataupun infeksi adalah sangat kecil. Meskipun begitu, kontak secara langsung dengan saluran kencing atau atau adanya luka di kaki dan anus baru dapat mentransfer bakteri dan kuman.

 

Dokter Preethi juga mengatakan bahwa penularan bakteri lebih rawan terjadi saat kita jongkok di toilet duduk. Resiko infeksi saluran kencing meningkat secara pesat. “Susah berusaha tidak menyentuh dudukan toilet dan terburu-buru keluar dari toilet adalah perilaku yang dapat meyebabkan infeksi saluran kemih. Tidak mengosongkan kantung kemih, justru lebih mengekspos tubuh kita terhadap bakteri yang lebih membahayakan,” ujar Dokter Preethi.

 

Bakteri Salmonella dan E. coli adalah bakteri yang umumnya ada di toilet yang kotor. Oleh karena itu, Dokter Preethi menyarankan untuk mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer setelah selesai menggunakan toilet.


Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Comments

Berkomentar Indah adalah Awal kita menyampaikan pendapat/ ulasan Anda kepada Pembaca. Agar pembaca semakin memiliki wawasan yang luas.

Komentar Anda yang tidak memiliki unsur link akan kami balas.

Terima Kasih
EmoticonEmoticon