Sabtu, 09 Mei 2020

Bahaya! Di Usia Muda Bisa Terkena Kanker!


Seorang Staf Medis Bidang Ilmu Penyakit Dalam RSUP dr Kariadi Semarang, Dr. Santoso, menemukan hal yang mengagetkan ini setelah melihat database pasien yang terkena Mieloma Multipel (MM) / kanker darah kronik atau kanker sel plasma di kalangan usia muda.


Sejak 10 tahun belakangan ini banyak banyak sejak awal terkena kanker. Banyak para penelitian yang melakukan kegiatan Kelompok Studi Mieloma Indonesia pada 2008-2009, banyak sekali orang yang memiliki usia sekitar 60 tahun yang sudah memasuki masa stadium III. Kata Dr. Santoso, “ Dari hasil yang telah di dapatkan dari kelompok tersebut. Maka, penelitian tersebut diulang dan sekitar 33 pasien RSUP dr Kariadi Semarang periode Maret 2016 hingga April 2017, bagi mereka yang sudah bukan lagi yang berumur diatas 60 tahun malah antara usia 50-60 tahun diantara rata-rata yaitu, usia 60 tahun. 

 

Penyakit  kanker memilki usia rentan. Selama kurang lebih 1 tahun dengan menncoba penelitian sesuatu. Dengan adanya parameter atau terukur, maka ada terjadinya pengobatan yang maksimal”, kata dokter spesialis Onkologi. 

 

Selanjutnya dengan menambahkan kurkumin yang dilakukan secara terus menerus oleh pasien akan mengurangi kanker darah kronik, jika dikonsumsi secara rutin. 

 

Bagi pasien yang mendapat Melfalan Prednison (MP), suatu obat standart yang bukan direncanakan untuk transplantasi terhadap sumsum tulang. MP tesebut dapat bekerja menghambat kinerja sintesis DNA dan RNA. Memiliki sifat yang ada di sel tumor yang mampu memecah belah dengan sifat sitotoksis.

Ia memilki efek samping, diantara lain, trombosis, konstipasi, polineuropati, eksantema, hingga infeksi,”katanya.

 

Kurkumin yang telah sudah diberikan kepada pasien akan memiliki efek samping jika digunakan secara benar, jika secara tepat maka efek samping akan berkurang dan memperoleh hasil yang positif. 


Kurkumin yang telah memiliki sifat anti angiogenesis, anti inflamasi yang dapat menurunkan proliferasi sel mieloma. 


Pada umumnya bahan herbal seperti, temulawak, jahe, dan kunyit bisa dicampur untuk pasien, namun ada efek sampingnya juga. Beliau berharap, RSUP dr Kariadi Semarang serta rumah sakit lain dapat menerapkan hasil risetnya itu dan para perusahaan farmasi bisa memproduksi secara massal. 


Intinya, kurkumin mampu sebagai tambahan obat. Semoa masyarakat didiagnosis terkena kanker akan mengabaikan pengobatan medis standart,” pinta Sekretaris PerhimpunanHematologi Onkologi Medik Ilmu Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) Cabang Semarang.

 

 

 


Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Comments

Berkomentar Indah adalah Awal kita menyampaikan pendapat/ ulasan Anda kepada Pembaca. Agar pembaca semakin memiliki wawasan yang luas.

Komentar Anda yang tidak memiliki unsur link akan kami balas.

Terima Kasih
EmoticonEmoticon