Sabtu, 09 Mei 2020

Rokok Elektrik Tingkatkan Level Resiko dari Penyakit Kanker

Vape atau rokok elektrik yang sudah sering diedarkan / pasarkan ini menjadi jalan aman bagi para perokok untuk mengurangi asap rokok. Bisa juga jadi alternatif meminimalisir pengkonsumsian rokok. 


Kini, tidak hanya orang dewasa saja yang menggunakan vape. Kalangan usia remaja pun lebih memilih menggunakan vape daripada rokok konvensional. 

Namun, sebagian masyarakat tidak mengetahui bahwa vape / vaping dapat meningkatkan level senyawa kimiawi dalam tubuh, menurut laporan penelitian dari Pediatrics.

Laporan tersebut di susun berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 100 remaja di kawasan San Fransisco Bay, University of California-San Fransisco. Laporan itu juga menyebutkan 67 remaja merokok dengan vape, 16 orang menggunakan vape dan 20 orang tidak melakukan keduanya.


Pengujian dilakukan dengan pengetesan pada air liur dan urin untuk mengetahui pecahan produk kimia pada vape. Hasilnya menunjukkan, terdapat bahan kimia dalam tubuh remaja pengguna vape / perokok, tetapi tidak pada perokok pasif.


Diambil dari ABC News, mencatat bahwa mereka yang menggunakan vape ataupun perokok, sampel urinnya mengandung oxide, acrylamide, crotonaldehyde, benze, ethylene, acrylonitrile, acrolein dan propylene oxide. Senyawa-senyawa kimia tersebut dapat menjadi resiko dari penyakit kanker.


Dari kajian pertama di atas, senyawa kimia pada vape yang sering digunakan oleh kalangan remajalah yang menjadi sorotan utama. Alangkah baiknya, para remaja diberi peringatan agar jangan sampai kecanduan vape. Karena bisa berdampak negatif bagi kesehatan mereka serta menjauhkannya dari penyakit-penyakit dalam berbahaya, seperti kanker.


Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Comments

Berkomentar Indah adalah Awal kita menyampaikan pendapat/ ulasan Anda kepada Pembaca. Agar pembaca semakin memiliki wawasan yang luas.

Komentar Anda yang tidak memiliki unsur link akan kami balas.

Terima Kasih
EmoticonEmoticon