Pernahkah kamu merasa tidak pernah cukup? Merasa gagal dalam segala hal padahal sudah menerima banyak penghargaan. Tidak pernah puas dengan pencapaian yang sudah diraih. Jika ya, ini bisa merupakan gejala impostor syndrome atau yang biasa disebut dengan sindrom penyemu.
Apa sih sindrom ini? Sindrom ini merupakan sebuah konsep seseorang yang tidak mengenali pencapaiannya dan terus merasa takut dianggap sebagai seorang penipu. Sindrom ini dipercaya oleh pakar dengan kaitannya terhadap kecemasan atau masalah syaraf seseorang. Ini juga dipercaya berkaitan dengan perilaku atau dikaitkan dengan lingkungan pertumbuhan seseorang dalam keluarga.
Seorang psikolog, Audrey Servin mengatakan bahwa pengalaman masa kecil seperti ketidakpuasan keluarga akan raport anaknya, berpengaruh pada sindrom ini.
“Orang-orang menginternalisasi pemikirannya bahwa untuk dicintai mereka butuh keberhasilan,” kata Ervin.
Penulis “The Secret Thoughts of Successful
Women” sekaligus pakar masalah impostor syndrome, Valerie Young
mengidentifikasikan pola yang sering terjadi terhadap penderita impostor
syndrome seperti:
1. Perfeksionis
Selalu ingin semuanya sempurna, bahkan
kesalahan terkecil pun membuat dirinya akan membuat dirinya mempertanyakan
kompetensinya. Memiliki standar yang tinggi untuk mencapai tujuan dan merasa
sebagai orang gagal jika target tidak dipenuhi dengan sempurna.
2. Pakar dalam Semua Hal
Sebelum melakukan sebuah tugas mereka akan
mencari tahu semua informasi dan melakukan pelatihan untuk meningkatkan
kemampuan. Ini membuat mereka pakar dalam bidang tersebut.
3. Solois
Biasanya mereka mengerjakan semuanya
sendirian. Mereka akan merasa gagal jika tidak mengerti sesuatu jika mereka
bertanya pada orang lain.
4. Serba Bisa
Melakukan segala hal untuk mendapat pembuktian bahwa mereka bukanlah orang yang gagal. Mereka ingin sukses dalam semua aspek dan bidang kehidupan dan tidak ingin gagal dalam tujuan yang direncanakan.