Jumat, 08 Mei 2020

Mengamati Lebih Dekat Gejala Impostor Syndrome

Pernahkah kamu merasa tidak pernah cukup? Merasa gagal dalam segala hal padahal sudah menerima banyak penghargaan. Tidak pernah puas dengan pencapaian yang sudah diraih. Jika ya, ini bisa merupakan gejala impostor syndrome atau yang biasa disebut dengan sindrom penyemu.

Apa sih sindrom ini? Sindrom ini merupakan sebuah konsep seseorang yang tidak mengenali pencapaiannya dan terus merasa takut dianggap sebagai seorang penipu. Sindrom ini dipercaya oleh pakar dengan kaitannya terhadap kecemasan atau masalah syaraf seseorang. Ini juga dipercaya berkaitan dengan perilaku atau dikaitkan dengan lingkungan pertumbuhan seseorang dalam keluarga.

Seorang psikolog, Audrey Servin mengatakan bahwa pengalaman masa kecil seperti ketidakpuasan keluarga akan raport anaknya, berpengaruh pada sindrom ini.

“Orang-orang menginternalisasi pemikirannya bahwa untuk dicintai mereka butuh keberhasilan,” kata Ervin.

Penulis “The Secret Thoughts of Successful Women” sekaligus pakar masalah impostor syndrome, Valerie Young mengidentifikasikan pola yang sering terjadi terhadap penderita impostor syndrome seperti:

 

1. Perfeksionis

Selalu ingin semuanya sempurna, bahkan kesalahan terkecil pun membuat dirinya akan membuat dirinya mempertanyakan kompetensinya. Memiliki standar yang tinggi untuk mencapai tujuan dan merasa sebagai orang gagal jika target tidak dipenuhi dengan sempurna.

 

2. Pakar dalam Semua Hal

Sebelum melakukan sebuah tugas mereka akan mencari tahu semua informasi dan melakukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan. Ini membuat mereka pakar dalam bidang tersebut.

 

3. Solois

Biasanya mereka mengerjakan semuanya sendirian. Mereka akan merasa gagal jika tidak mengerti sesuatu jika mereka bertanya pada orang lain.

 

4. Serba Bisa

Melakukan segala hal untuk mendapat pembuktian bahwa mereka bukanlah orang yang gagal. Mereka ingin sukses dalam semua aspek dan bidang kehidupan dan tidak ingin gagal dalam tujuan yang direncanakan.


Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Comments

Berkomentar Indah adalah Awal kita menyampaikan pendapat/ ulasan Anda kepada Pembaca. Agar pembaca semakin memiliki wawasan yang luas.

Komentar Anda yang tidak memiliki unsur link akan kami balas.

Terima Kasih
EmoticonEmoticon