Senin, 04 Mei 2020

Hati-hati, Terlalu Sering Lembur Memicu Terjadinya Stroke


Ingin cepat mendongkrak sales agar dapat cepat naik pangkat? Sering lembur di kantor karena ambisi terlalu besar? Sebaiknya kamu duduk-duduk yang tenang dulu. Beberapa penelitian belakangan menemukan kaitan resiko stroke yang tinggi yang dipicu oleh jam kerja seorang pekerja.

Pada tanggal 19 Agustus lalu, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet Meneliti lebih dari 600 ribu pria dan wanita. Dalam kurun waktu lebih dari 8 tahun, dan 25 riset di Amerika Serikat, Australia, dan Eropa akhirnya peneliti memperoleh data kesehatan partisipan.

Penelitian oleh University of London ini menemukan bahwa peserta yang bekerja lebih dari 55 jam dalam sepekan memiliki 13 persen lebih tinggi memiliki penyakit jantung dibangkan dengan orang yang bekerja selama 35-40 jam per minggunya.

Tidak hanya itu, penelitian kedua juga dilakukan. Penelitian kedua ini melibatkan lebih dari 500 ribu partisipan pria dan wanita yang berkisar selama 7 tahun. Penelitian ini menyimpulkan bahwa orang yang kerja lebih dari 55 jam per minggunya memiliki 34 persen yang lebih tinggi untuk terkena stroke dibandingkan dengan orang yang bekerja selama 35-40 jam per minggunya.

Adapun faktor yang memicu kondisi ini, yaitu stress yang tinggi, kurangnya pergerakan, dan kecenderungan mengonsumsi minuman beralkohol. Orang yang sering lembur juga ditemukan jarang mengunjungi dokter untuk mengontrol kondisi kesehatan mereka.

Kepala neurologi di North Shore University Hospital, Dokter Paul Wright mengatakan, “Banyak orang tidak mampu menurunkan jam kerja mereka. Jadi kitalah yang harus merubah pola pikir mereka bahwa aktivitas fisik merupakan bagian penting dalam proses penuaan yang baik dan juga sebagai pencegahan segala macam penyakit.”

Profesor epidermiologi di University of London dan ketua dari penelitian ini, Mika Kiviamaki menyatakan belum ditemukan apa kaitan langsung bekerja lembur dengan resiko stroke dan penyakit jantung. Akan tetapi, ia memberi saran pada pekerja untuk memperhatikan pola makan, kualitas tidur, serta aktifitas fisik dan untuk tidak mengabaikan keluhan kesehatan yang dialami.

Kepala perawatan neurocritical di Mount Sinai Health System, Dokter Stephan Mayer mengatakan, “Resiko ini sama buruknya dengan kebiasaan merokok yang meningkatkan resiko stroke sebanyak 50 persen.”

Dokter Stephan juga menjelaskan walaupun belum dipastikan hubungan langsung korelasi resiko stroke dengan jam kerja yang lama, hal ini dimungkinkan karena stress yang dialami orang dengan jam kerja yang panjang. Tekanan pada diri untuk menjadi yang terbaik dan lupa untuk menghabiskan waktu bersama keluarga dan orang-orang yang dicintai.

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.

Comments

Berkomentar Indah adalah Awal kita menyampaikan pendapat/ ulasan Anda kepada Pembaca. Agar pembaca semakin memiliki wawasan yang luas.

Komentar Anda yang tidak memiliki unsur link akan kami balas.

Terima Kasih
EmoticonEmoticon