Awalnya, kita menggunakan media sosial
sebagai alat untuk mencapai kerabat dan teman kita yang tinggalnya jauh. Namun
pada jaman yang sudah serba modern ini, kita menggunakan media sosial untuk
kenalan dengan orang baru, pamer, mengutarakan pendapat, hingga berjualan.
Media sosial menyebabkan kecanduan dan efek buruknya terhadap kesehatan
psikologi penggunanya.
Menurut kutipan MedicalXpress, studi
terbaru Sujarwoto Sujarwoto, Gindo Tampubolon, dan Adi CIlik Pierewan, media
sosial memperlihatkan kesenjangan di Indonesia. Pengguna lain dapat merasa iri
dan tidak senang jika pengguna lain merasa senang. Kondisi ini pula diperburuk
dengan postingan politik, konflik, korupsi, serta kemiskinan.
Studi menganalisa lebih dari 22 ribu
pengguna akun Facebook, Twitter, dan layanan pesan dan menemukan peningkatan
hingga 10 persen keterkaitan media sosial orang dewasa dengan skor Center for
Epidemiologic Studies Depression Scale (CES-D).
CES-D atau tes untuk menganalisa gangguan
depresi dan gejalanya yang di dalamnya didesain dengan pertanyaan kondisi
seseorang seperti gangguan tidur, napsu makan yang hilang, serta merasa
kesepian.
“temukan membuktikan perlunya kebijakan
penggunaan media sosial dengan bijak agar dapat terlindungi dari dampak buruk
media sosial,” dikutip dari International Journal of Mental Helath and
Addiction.