Berdasarkan hasil riset penelitian National Toxicology Program (NTP) Amerika Serikat, menunjukkan penggunaan ponsel dalam jangka panjang tidak akan berbahaya bagi manusia secara langsung. Penelitian yang berjudul “ Cell Phones and Cancer Risk “ ini berkaitan erat dengan radiasi ponsel yang memicu kanker. NTP menjelaskan, energi radiofrekuensi yang dipaparkan ponsel adalah bentuk radiasi non-ionisasi. Radiofrekuensi sebenarnya sama dengan radiasi ionisasi, jadi akan merusak DNA yang sebabkan kanker. Secara konsisten radiasi tersebut menyebabkan efek bilogis, yaitu meningkatnya suhu dalam jaringan tubuh. Karena jaringan yang berdekatan dengan antena ponsel bisa menyerap radiofrekuensi. Penelitian yang dipublikasikan dalam situs resmi National Cancer Institue, senada dengan pernyataan Bucher, badan pengawas pangan dan obat-obatan AS (Food and Drug Administration), menyatakan, bila sebagian besar penelitian epidemiologi manusia gagal, ada hubungan antara masalah kesehatan dan paparan RFR. European Comission Scientific Committee, menjelaskan, tidak ada peningkatan resiko tumor kanker , termasuk kanker pada anak-anak. Bermain HP tanpa batas jangan kalian kira tidak ada efek buruknya. Bucher menegaskan, ada aktivitas karsinogenik yang bisa menyebabkan resiko kanker. Namun, disini saya sudah menyediakan beberapa cara agar bisa mengurangi hal tersebut : Jangan letakkan ponsel dekat kepala saat tidur Jangan dekatkan ponsel ke telinga Kurangi penggunaan ponsel saat sinyal lemah Hindari menyimpan ponsel di saku Dari cara-cara tersebut, alangkah baiknya jika kalian mulai dari sekarang mempraktikkannya dalam pola hidup yang sehat pula. Semoga bermanfaat.
Ads 970x90
Sabtu, 09 Mei 2020
Benarkah Menurut Riset Ponsel Tidak Berbahaya Bagi Manusia?
Related Posts
Jonathan Sukanto
Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.
Comments