Pada tahun 2016, seorang pria bernama Andreas Graf terkejut saat Ia mengetahui bahwa anak laki-lakinya, Julius, yang masih berumur 3 tahun terjangkit kanker darah dan wajib menjalani pengobatan dengann metode kemoterapi. Ayah Julius mengalami dilema hebat. Ia pun memilih berhenti bekerja demi memberikan perhatian serta perawatan yang cukup bagi anaknya. Upah jatah cutinya di perusahaan menengah Seidel Carus, negara bagian Hassen, Jerman Selatan, hanya ada 30 hari untuk 1 tahun. Padahal, Ia juga membutuhkan pekerjaan tersebut bagi kelangsungan hidup keluarganya. Andreas mengungkapkan, “saya berpikir panjang tentang bagaimana ke depannya. Setelah mengambil semua cuti tahunan perusahaan, mau tidak mau saya harus berhenti / diberhentikan oleh pihak dari perusahaan”. Ia telah mendidik jagoan kecilnya itu untuk mandiri semenjak istrinya meninggal dunia. Kepala Personalia Seidel Carus, Pia Meier, menuturkan, Ia memliki inisiatif untuk membahas perihal nasib Andreas, pekerjanya serta Julius dengan mengusulkan rapat Dewan Pekerja dan Manajemen Perusahaan. Mereka bersepakat untuk membuat aksi kerja lembur sukarela agar disumbangkan kepada Andreas, yang kemudian nantinya dapat tinggal di rumah dengan digaji serta dibayar. Daftarnya pun dipasang dan ternyata jumlah pegawai sukarela yang siap kerja lembur ada sekitar 700 orang. Hanya dalam jangka waktu 2 minggu, kolega Andreas sukses mengumpulkan 3300 jam lembur. Dan mereka memberi sumbangan kepada Andreas yang kemudian mengambil cuti bayaran gaji tetap selama 1 tahun. Hal itu spontan bisa membuat Andreas merawat Julius dengan tenang dan masa terapi kankernya lebih dari 1 tahun. Meskipun Ia tidak bekerja, Andreas tetap menerima gaji. Setelah 2 tahun perawatan kemoterapi Julius jalani, hasilnya pun sangat memuaskan dan anak laki-laki tersebut dapat sembuh dari kanker yang dideritanya. Julius juga bisa merayakan ulang tahunnya yang ke-5 tahun dengan gembira pada bulan Februari lalu.
Ads 970x90
Sabtu, 09 Mei 2020
Anak Penderita Kanker Di Rawat Oleh Pekerja Kolega Selama 3300 Jam Lembur
Related Posts
Jonathan Sukanto
Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.
Comments