Bercak darah berwarna kecoklatan atau yang
biasa disebut spotting kerap terjadi di luar waktu menstruasi seorang wanita.
Ketika terjadinya jarang dan ringan, bisa saja karena kadar hormon yang sedang tidak
stabil.
Akan tetapi, jika bercak yang keluar
lumayan banyak selama berbulan-bulan dan memerlukan penggunaan pembalut,
menandakan masalah serius yang perlu ditangani. Adapun kemungkinan seperti
berikut.
1. Infeksi
Menurut seorang spesialis kanker payudara
dan ginekologi, Dokter Janna Andrews, MD, Kondisi kawanitaan yang lembab dapat
memicu pertumbuhan jamur yang akhirnya mengakibatkan infeksi. Dokter Janna juga
mengatakan iritasi kronis dapat terjadi seperti sakit saat sedang buang air
kecil, muntah, hubungan suami isteri yang menyakitkan, dan bercak-bercak darah.
2. Sistem
Hormonal yang Terganggu
Perubahan hormon saat mentruasi, kadang
dapat terjadi saat wanita sedang tidak menstruasi. Kadar hormon yang terganggu
ini mengakibatkan bercak darah. Kondisi tiroid yang terlalu aktif bahkan yang
tidak aktif, menyebabkan perubahan hormonal ini dan terjadinya sindrom ovarium
polikistik, yaitu gangguan keseimbangan hormon, ujar Dokter Janna.
3. Adanya
Fibroid
Penelitian mengungkapkan, 70-80 persen
wanita memiliki fibroid (tumor jinak) yang berkembang di rahimnya. Tumor ini
sering tumbuh di daerah rahim dan tidak diketahui jelas keberadaannya. “Fiboid
mungkin berdarah atau menyebabkan pendarahan di dinding endometrium,” ujar
Dokter Janna.
4. Kanker
Serviks
Kanker servis seringkali memiliki gejala
pendarahan yang sering diabaikan wanita. Oleh karena itu, kanker serviks susah
untuk terdeteksi.
“Tapi jika kanker serviks terdeteksi lebih
awal, ada kemungkinan besar untuk dapat terobati.” terang Dokter Janna.