Pil kontrasepsi ataupun yang biasa disebut
dengan pil KB adalah obat yang dikonsumsi setiap hari untuk mengubah hormon
dalam tubuh yang dapat mencegah kehamilan. Pil hormon ini dapat mengontrol
ovarium dan uterus.
Ada banyak miskonsepsi tentang pil KB,
mulai dari membuat berat badan naik hingga mengakibatkan infertilitas. Menurut
Spesialis kandungan asal California, Amerika Serikat, Sophia Yen tidak jarang
orang bersentimen terhadap pil KB. Padahal jika digunakan secara benar, pil KB
adalah alat kontrasepsi yang baik. Berikut miskonsepsi terhadap pil KB
dijelaskan oleh spesialis kandungan, Dokter Yen.
1. Menimbulkan
Naiknya Berat Badan
Pil KB mengandung gabungan hormon estrogen
dan progestin. Ini membuat pengguna khawatir akan adanya kenaikan berat badan.
Namun saat ini, tidak ada penelitian yang menemukan keterkaitan konsumsi pil KB
dengan kenaikan berat badan.
2. Pil KB
Berbahaya untuk Kesehatan
Pada Jaman yang sudah maju ini, masih
banyak orang percaya bahwa pil KB berbahaya, namun faktanya pil KB aman untuk
kesehatan, ujar Dokter Yen.
Nyatanya, pil KB mengatasi masalah
kesehatan lainnya, pil KB dapat membantu mengatur keseimbangan hormon pasien
yang menderita diabetes dan juga membantu perempuan yang mengalami depresi.
3. Pil KB
Menyebabkan Infertilitas
Dokter Yen menyatakan bahwa wanita yang
susah haml karena penggunaan pil KB biasanya terjadi karena adanya gangguan
hormon yang bernama Polycyctic Ovary Syndrome (PCOS). Terdapat 10 persen wanita
yang mengalami PCOS, akan tetapi hanya sedikit wanita yang menyadari bahwa
dirinya PCOS.
“Jika Anda tidak memiliki PCOS dan
menghentikan konsumsi pil KB, Anda kemungkinan bisa hamil setelah seminggu
setelah berhenti mengkonsumsi pil KB”, kata Dokter Yen.
Walaupun pil KB aman dikonsumsi, tidak ada
salahnya untuk konsultasi dengan dokter kandungan anda sebelum penggunaan.